October 1st, 2007 by ruang-sementara
kami tersesat.
di negeri liar,
yang terlalu liar.
kami terjerat.
di alam rimba,
yang terlalu rimba.
kami terjebak.
di belantara,
penuh semak belukar berduri
penuh ranjau mematikan
penuh bau busuk menyengat.
seseorang bersamaku pun,
kompasnya rusak
petanya sobek dan terbakar menjadi abu, yang lalu diterbangkan oleh angin.
saat kukatakan dirinya adalah "musafir"
"terlalu mulia bagiku", jawabnya.
terus mencari dengan langkah gontai,
kami tak akan menyerah, meskipun harus kehilangan arah.
selama kedua tangan masih bisa terlihat oleh mata kami yang teramat sangat sederhana…
Minggu, 21 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar