insomnia..
belasan tahun aku memikulmu.
kau jerat aku dalam rantai malam.
kau culik aku dari mimpi mimpi lelapku.
kau perkosa diriku dalam temaram jahanam.
aku sulit terpejam!
*im2
Tuesday, June 30, 2009 at 3:32am
Selasa, 23 Maret 2010
hanya karena . . .
December 28th, 2008 by ruang-sementara
soda, nanas muda, jamu kunir asam, rokok mentol
konsumsi rutin pasca kebodohan itu
loncat loncat, sit-up, back-up dan pijat urut perut
aktifitas harian setelah kekhilafan itu.
suatu kekonyolan singkat
hanya karena seonggok nafsu sesaat
otak tak menemukan pintu nalar
yang ada hanya pencapaian kepuasaan.
esensi nikmat tak terbendung
manakala setan tertawa riang membahana
pikiran menjadi mati rasa
serta merta logika tak kuasa menahan.
hasrat begitu menggebu-gebu
kuat dan dahsyat
seperti enggan menghalanginya
untuk menuntun hingga titik klimaks.
obsesi membumbui ambisi
hingga iman tergolek lemah tiada daya
dikalahkan oleh upaya manusiawi
yang diperbudak birahi.
dosa seakan hanya sebuah kata dalam kamus
dan Tuhan seakan tidak mempedulikannya
ketololan yang tidak tertolong
oleh norma norma.
waktu bergulir menjadi kadaluwarsa
satu akhir cerita yang klise
terlanjur salah, memang tidak berguna
penyesalan!
H 3121 KA
(211208)
soda, nanas muda, jamu kunir asam, rokok mentol
konsumsi rutin pasca kebodohan itu
loncat loncat, sit-up, back-up dan pijat urut perut
aktifitas harian setelah kekhilafan itu.
suatu kekonyolan singkat
hanya karena seonggok nafsu sesaat
otak tak menemukan pintu nalar
yang ada hanya pencapaian kepuasaan.
esensi nikmat tak terbendung
manakala setan tertawa riang membahana
pikiran menjadi mati rasa
serta merta logika tak kuasa menahan.
hasrat begitu menggebu-gebu
kuat dan dahsyat
seperti enggan menghalanginya
untuk menuntun hingga titik klimaks.
obsesi membumbui ambisi
hingga iman tergolek lemah tiada daya
dikalahkan oleh upaya manusiawi
yang diperbudak birahi.
dosa seakan hanya sebuah kata dalam kamus
dan Tuhan seakan tidak mempedulikannya
ketololan yang tidak tertolong
oleh norma norma.
waktu bergulir menjadi kadaluwarsa
satu akhir cerita yang klise
terlanjur salah, memang tidak berguna
penyesalan!
H 3121 KA
(211208)
the sweet sin
September 25th, 2008 by ruang-sementara
standing on the aspirin
staring at the caffeinne
looking for the nicotine.
i'm trying for a pain
to having some of gain.
H 3121 KA
(130908)
standing on the aspirin
staring at the caffeinne
looking for the nicotine.
i'm trying for a pain
to having some of gain.
H 3121 KA
(130908)
CURHAT
September 25th, 2008 by ruang-sementara
hanya ingin jujur,
munafik bukan kata yang kumiliki
dalam kamus hidupku.
…di suatu titik aku berada
ingin rasanya aku
menyalahkan Tuhan
memarahi-Nya
menghujat-Nya habis habisan
aku ingin memakinya dengan
seluruh luapan amarahku
…di suatu sudut aku bercermin
aku tak boleh,
aku tak boleh menyalahkan Tuhan
memarahi-Nya
apalagi menghujat-Nya habis habisan
aku tak boleh mencacinya dengan
seluruh luapan amarahku
…di suatu posisi aku terdiam
aku ingin teriak
teriak sekeras kerasnya
menangis sekencang kencangnya
dan juga, aku ingin sekali
membanting semua emosiku
dalam balutan imanku.
Ia pasti tahu, pasti.
H 3121 KA
(061207)
hanya ingin jujur,
munafik bukan kata yang kumiliki
dalam kamus hidupku.
…di suatu titik aku berada
ingin rasanya aku
menyalahkan Tuhan
memarahi-Nya
menghujat-Nya habis habisan
aku ingin memakinya dengan
seluruh luapan amarahku
…di suatu sudut aku bercermin
aku tak boleh,
aku tak boleh menyalahkan Tuhan
memarahi-Nya
apalagi menghujat-Nya habis habisan
aku tak boleh mencacinya dengan
seluruh luapan amarahku
…di suatu posisi aku terdiam
aku ingin teriak
teriak sekeras kerasnya
menangis sekencang kencangnya
dan juga, aku ingin sekali
membanting semua emosiku
dalam balutan imanku.
Ia pasti tahu, pasti.
H 3121 KA
(061207)
hari ini
February 18th, 2008 by ruang-sementara
hari ini
masih seperti kemarin
mungkin juga
akan seperti besok
bahkan bisa
sama seperti lusa
hari ini
tak kumengerti
apa yang kurang
apa yang hilang
kupikir tak perlu
kucari tak ada
hari ini
begitu begitu saja
hari ini…
hari ini…
ah, sudahlah!!!
H 3121 KA
-230804-
hari ini
masih seperti kemarin
mungkin juga
akan seperti besok
bahkan bisa
sama seperti lusa
hari ini
tak kumengerti
apa yang kurang
apa yang hilang
kupikir tak perlu
kucari tak ada
hari ini
begitu begitu saja
hari ini…
hari ini…
ah, sudahlah!!!
H 3121 KA
-230804-
pulang
February 18th, 2008 by ruang-sementara
ketika datang bersama salam
saat pergi dengan salam
keduanya tersekat
oleh tembok ralita
H 3121 KA
-180504-
ketika datang bersama salam
saat pergi dengan salam
keduanya tersekat
oleh tembok ralita
H 3121 KA
-180504-
fucking memory
February 18th, 2008 by ruang-sementara
dalam album kenangan itu
tertempel berlembar lembar potret cinta
menyimpan kisah di setiapnya
sepenggal cerita dalam kebersamaan
kini menjadi tak lebih dari
sebuah kekonyolan berdebu yang usang
yang rapuh kian keropos
dimakan waktu
H 3121 KA
-110404-
dalam album kenangan itu
tertempel berlembar lembar potret cinta
menyimpan kisah di setiapnya
sepenggal cerita dalam kebersamaan
kini menjadi tak lebih dari
sebuah kekonyolan berdebu yang usang
yang rapuh kian keropos
dimakan waktu
H 3121 KA
-110404-
RAHASIA, YA . . .
December 15th, 2007 by ruang-sementara
tak mau yang lain tahu
hanya aku dan kamu,
hanya kita yang tahu
simpan saja dalam hati
jangan kau munafik
mempublikasikan ini
sst… jangan beritahu siapapun
karena ini rahasia lho !
kutu di rambutmu pun
menjadi saksi
pabila kau khianati aku.
H 3121 KA
-271203-
tak mau yang lain tahu
hanya aku dan kamu,
hanya kita yang tahu
simpan saja dalam hati
jangan kau munafik
mempublikasikan ini
sst… jangan beritahu siapapun
karena ini rahasia lho !
kutu di rambutmu pun
menjadi saksi
pabila kau khianati aku.
H 3121 KA
-271203-
berontak
December 7th, 2007 by ruang-sementara
debu itu menatapku
remang remang
lidahku kelu, suaraku gagu
menembus perih yang melengking
hingar di luar aku tak hirau
hanya silau yang ada di mataku
bagai negeri tak berpeta, asing
sosok hitam berkelebat kilat
bau busuk, getar hidungku
kini siang menjelma malam
lilin meleleh nyalanya temaram
aku ingin keluar melihat dunia
berkeliling, menghirup udara alam
bebas mengenal setiap rupa cipataanNya.
H 3121 KA
-271203-
debu itu menatapku
remang remang
lidahku kelu, suaraku gagu
menembus perih yang melengking
hingar di luar aku tak hirau
hanya silau yang ada di mataku
bagai negeri tak berpeta, asing
sosok hitam berkelebat kilat
bau busuk, getar hidungku
kini siang menjelma malam
lilin meleleh nyalanya temaram
aku ingin keluar melihat dunia
berkeliling, menghirup udara alam
bebas mengenal setiap rupa cipataanNya.
H 3121 KA
-271203-
paranoid
November 13th, 2007 by ruang-sementara
hitam putih berpeluk paksa
jeriji siksa hantui nurani
geram sendiri pada rohnya
rona iba terpancar, terarah
terbungkus kegelapan
coba bungkam yang ada
tak telak relakan ini
obsesi memuncak di jantungnya
dia pugar semua noda
harapkan cahya putih hampirinya
menjerit ia meruang, menjuru
dengung kekosongan mengelilingi
tak berpijar jua takutnya
menapak perlahan ke lubuk
menguak perih, sakit tak ia rasa
H 3121 KA
-031203-
hitam putih berpeluk paksa
jeriji siksa hantui nurani
geram sendiri pada rohnya
rona iba terpancar, terarah
terbungkus kegelapan
coba bungkam yang ada
tak telak relakan ini
obsesi memuncak di jantungnya
dia pugar semua noda
harapkan cahya putih hampirinya
menjerit ia meruang, menjuru
dengung kekosongan mengelilingi
tak berpijar jua takutnya
menapak perlahan ke lubuk
menguak perih, sakit tak ia rasa
H 3121 KA
-031203-
Minggu, 21 Maret 2010
? ? ?
November 13th, 2007 by ruang-sementara
meraja kian kokoh
kuasai yang rapuh
rentan sunyi senyap
tercecer noda merah
coba ingat!
satu kata tak menyirami
tertatih tatih
tiada daya
renungi ini…!
tenggelam dimana itu
dijemput ajal sebentar lagi
tak sadar jua?
H 3121 KA
-141103-
meraja kian kokoh
kuasai yang rapuh
rentan sunyi senyap
tercecer noda merah
coba ingat!
satu kata tak menyirami
tertatih tatih
tiada daya
renungi ini…!
tenggelam dimana itu
dijemput ajal sebentar lagi
tak sadar jua?
H 3121 KA
-141103-
labirin
November 13th, 2007 by ruang-sementara
tersesat dimana tak tahu
takut, bingung…
terikat tangan di kebencian
lidah tergulung hampir tertelan
atmosfer kacau menyatu padu
nista membelenggu
sesak, sakit…
lepaskan ini, aku tak mampu
bawa jiwa raga ini
jauh tak terjangkau
keluarkan aku, sudah tak sanggup
H 3121 KA
-141103-
tersesat dimana tak tahu
takut, bingung…
terikat tangan di kebencian
lidah tergulung hampir tertelan
atmosfer kacau menyatu padu
nista membelenggu
sesak, sakit…
lepaskan ini, aku tak mampu
bawa jiwa raga ini
jauh tak terjangkau
keluarkan aku, sudah tak sanggup
H 3121 KA
-141103-
robek
November 13th, 2007 by ruang-sementara
hati tersentuh, tidak
kebohongan tumbuh subur
hinalah semua rona
raut pucat diam
berburu harus dimana?
tujuan tak ada, sampai saja tidak
ini-itu, itu-ini, pusing!
endapkan secercah sinar
mengalir perlahan sia sia
coba membentengi kian ambruk
tak jua maut mengizinkan
H 3121 KA
-141103-
hati tersentuh, tidak
kebohongan tumbuh subur
hinalah semua rona
raut pucat diam
berburu harus dimana?
tujuan tak ada, sampai saja tidak
ini-itu, itu-ini, pusing!
endapkan secercah sinar
mengalir perlahan sia sia
coba membentengi kian ambruk
tak jua maut mengizinkan
H 3121 KA
-141103-
bisa bisanya manusia, bisa saja kita
November 9th, 2007 by ruang-sementara
bisa saja,
sebuah kemungkinan berbuah kepastian.
manusia bisa menebak, tapi
bisa saja tebakannya salah
manusia bisa mengira, tapi
bisa saja perkiraannya meleset
tapi bisa juga manusia
menjadi peramal yang hebat.
manusia bisa berprasangka, dan
bisa saja sangkaannya benar
manusia bisa merasa, dan
bisa saja perasaannya terbukti
tapi bisa juga manusia
menjadi jenius yang sok tahu.
bisa saja,
sebuah kepastian berakar kemungkinan.
H 3121 KA
(270206)
bisa saja,
sebuah kemungkinan berbuah kepastian.
manusia bisa menebak, tapi
bisa saja tebakannya salah
manusia bisa mengira, tapi
bisa saja perkiraannya meleset
tapi bisa juga manusia
menjadi peramal yang hebat.
manusia bisa berprasangka, dan
bisa saja sangkaannya benar
manusia bisa merasa, dan
bisa saja perasaannya terbukti
tapi bisa juga manusia
menjadi jenius yang sok tahu.
bisa saja,
sebuah kepastian berakar kemungkinan.
H 3121 KA
(270206)
stranger, dreamer
November 8th, 2007 by ruang-sementara
aku adalah seorang pemimpi
pemimpi yang ingin terus bermimpi
aku tak ingin terbangun dari mimpi
karena kenyataan selalu
membuatku ingin tetap bermimpi
aku adalah seorang pemimpi
pemimpi yang ingin terus bermimpi
aku tak ingin terbangun dari mimpi
karena kenyataan selalu
membuatku ingin tetap bermimpi
hipokrit, anjrit !!
October 5th, 2007 by ruang-sementara
hipokrit hipokrit
ciptakan kesempurnaan rekayasa
kamuflase dusta menjilat nurani
hipokrit hipokrit
agungkan remah remah kemunafikan
berkelamin kelicikan
enyah!
aku sudah jengah!
hipokrit hipokrit
aku menjerit,
aku sakit!
(H 3121 KA)
god, help me!
hipokrit hipokrit
ciptakan kesempurnaan rekayasa
kamuflase dusta menjilat nurani
hipokrit hipokrit
agungkan remah remah kemunafikan
berkelamin kelicikan
enyah!
aku sudah jengah!
hipokrit hipokrit
aku menjerit,
aku sakit!
(H 3121 KA)
god, help me!
speechless
October 4th, 2007 by ruang-sementara
i’ve lost my words
don’t know when
don’t know where
everythings just unspoken
don’t know what
don’t know why
i’ve lost the truth
i’ve lost my own
i don’t know !
suka ria, betapa girang merindukan keCERIAan itu.
(H 3121 KA)
i’ve lost my words
don’t know when
don’t know where
everythings just unspoken
don’t know what
don’t know why
i’ve lost the truth
i’ve lost my own
i don’t know !
suka ria, betapa girang merindukan keCERIAan itu.
(H 3121 KA)
terjebak belantara
October 1st, 2007 by ruang-sementara
kami tersesat.
di negeri liar,
yang terlalu liar.
kami terjerat.
di alam rimba,
yang terlalu rimba.
kami terjebak.
di belantara,
penuh semak belukar berduri
penuh ranjau mematikan
penuh bau busuk menyengat.
seseorang bersamaku pun,
kompasnya rusak
petanya sobek dan terbakar menjadi abu, yang lalu diterbangkan oleh angin.
saat kukatakan dirinya adalah "musafir"
"terlalu mulia bagiku", jawabnya.
terus mencari dengan langkah gontai,
kami tak akan menyerah, meskipun harus kehilangan arah.
selama kedua tangan masih bisa terlihat oleh mata kami yang teramat sangat sederhana…
kami tersesat.
di negeri liar,
yang terlalu liar.
kami terjerat.
di alam rimba,
yang terlalu rimba.
kami terjebak.
di belantara,
penuh semak belukar berduri
penuh ranjau mematikan
penuh bau busuk menyengat.
seseorang bersamaku pun,
kompasnya rusak
petanya sobek dan terbakar menjadi abu, yang lalu diterbangkan oleh angin.
saat kukatakan dirinya adalah "musafir"
"terlalu mulia bagiku", jawabnya.
terus mencari dengan langkah gontai,
kami tak akan menyerah, meskipun harus kehilangan arah.
selama kedua tangan masih bisa terlihat oleh mata kami yang teramat sangat sederhana…
monoton
September 29th, 2007 by ruang-sementara
sama,
lagi.
dengar ini, dengar itu
lihat sini, lihat sana
persis,
sekali lagi.
huh!
sama,
lagi.
dengar ini, dengar itu
lihat sini, lihat sana
persis,
sekali lagi.
huh!
paradoks
September 21st, 2007 by ruang-sementara
langit atapku,
bumi alasku,
alam selimutku
kesederhanaan mimpi
yang kuharap nyata
beton atapku,
aspal alasku,
gedung-gedung selimutku
kesempurnaan fakta
yang kuharap ilusi
langit atapku,
bumi alasku,
alam selimutku
kesederhanaan mimpi
yang kuharap nyata
beton atapku,
aspal alasku,
gedung-gedung selimutku
kesempurnaan fakta
yang kuharap ilusi
the lost rainbow
September 12th, 2007 by ruang-sementara
menjejalkan tangan mungilku di antara pekatnya kabut yang semakin gelap tiap aku mengedipkan mata, sampai peluhku habis tercecer dalam jejak langkah yang satu per satu kutanggalkan, aku mencari celah untuk keluar…
aku tersesat dalam labirin yang bau, pengap, dan sempit. matahari seperti mati bagiku, secercah pun tak kudapati sinarnya menerangi tiap detik keberadaanku…
nafasku tersengal-sengal, dadaku sesak. aku tercekik oleh kebingunganku sendiri dimana abu abu selalu mencumbu rongga rongga isi otakku… aku tercekat saat hitam mengayun ayun dengan indahnya di dapan kedua pelupuk panca inderaku… aku terbius ketika putih menggelayuti sendi sendi mimpi burukku…
aku mencoba untuk tak peduli, aku benci ketiga-tiganya… mereka sama-sama munafik karena memang setali tiga uang… abu-abu, hitam dan putih tetap rukun bermain main dengan riangnya di belakangku…
aku ingin bertemu pelangi, aku rindu akan warna warninya yang memukau…
(H 3121 KA)
menjejalkan tangan mungilku di antara pekatnya kabut yang semakin gelap tiap aku mengedipkan mata, sampai peluhku habis tercecer dalam jejak langkah yang satu per satu kutanggalkan, aku mencari celah untuk keluar…
aku tersesat dalam labirin yang bau, pengap, dan sempit. matahari seperti mati bagiku, secercah pun tak kudapati sinarnya menerangi tiap detik keberadaanku…
nafasku tersengal-sengal, dadaku sesak. aku tercekik oleh kebingunganku sendiri dimana abu abu selalu mencumbu rongga rongga isi otakku… aku tercekat saat hitam mengayun ayun dengan indahnya di dapan kedua pelupuk panca inderaku… aku terbius ketika putih menggelayuti sendi sendi mimpi burukku…
aku mencoba untuk tak peduli, aku benci ketiga-tiganya… mereka sama-sama munafik karena memang setali tiga uang… abu-abu, hitam dan putih tetap rukun bermain main dengan riangnya di belakangku…
aku ingin bertemu pelangi, aku rindu akan warna warninya yang memukau…
(H 3121 KA)
Langganan:
Postingan (Atom)
