Selasa, 23 Maret 2010

monolog goblog

insomnia..

belasan tahun aku memikulmu.
kau jerat aku dalam rantai malam.
kau culik aku dari mimpi mimpi lelapku.
kau perkosa diriku dalam temaram jahanam.
aku sulit terpejam!



*im2
Tuesday, June 30, 2009 at 3:32am

hanya karena . . .

December 28th, 2008 by ruang-sementara

soda, nanas muda, jamu kunir asam, rokok mentol

konsumsi rutin pasca kebodohan itu

loncat loncat, sit-up, back-up dan pijat urut perut

aktifitas harian setelah kekhilafan itu.

suatu kekonyolan singkat

hanya karena seonggok nafsu sesaat

otak tak menemukan pintu nalar

yang ada hanya pencapaian kepuasaan.

esensi nikmat tak terbendung

manakala setan tertawa riang membahana

pikiran menjadi mati rasa

serta merta logika tak kuasa menahan.

hasrat begitu menggebu-gebu

kuat dan dahsyat

seperti enggan menghalanginya

untuk menuntun hingga titik klimaks.

obsesi membumbui ambisi

hingga iman tergolek lemah tiada daya

dikalahkan oleh upaya manusiawi

yang diperbudak birahi.

dosa seakan hanya sebuah kata dalam kamus

dan Tuhan seakan tidak mempedulikannya

ketololan yang tidak tertolong

oleh norma norma.

waktu bergulir menjadi kadaluwarsa

satu akhir cerita yang klise

terlanjur salah, memang tidak berguna

penyesalan!



H 3121 KA
(211208)

the sweet sin

September 25th, 2008 by ruang-sementara

standing on the aspirin

staring at the caffeinne

looking for the nicotine.

i'm trying for a pain

to having some of gain.


H 3121 KA
(130908)

CURHAT

September 25th, 2008 by ruang-sementara

hanya ingin jujur,

munafik bukan kata yang kumiliki

dalam kamus hidupku.

…di suatu titik aku berada

ingin rasanya aku

menyalahkan Tuhan

memarahi-Nya

menghujat-Nya habis habisan

aku ingin memakinya dengan

seluruh luapan amarahku

…di suatu sudut aku bercermin

aku tak boleh,

aku tak boleh menyalahkan Tuhan

memarahi-Nya

apalagi menghujat-Nya habis habisan

aku tak boleh mencacinya dengan

seluruh luapan amarahku

…di suatu posisi aku terdiam

aku ingin teriak

teriak sekeras kerasnya

menangis sekencang kencangnya

dan juga, aku ingin sekali

membanting semua emosiku

dalam balutan imanku.

Ia pasti tahu, pasti.



H 3121 KA
(061207)

hari ini

February 18th, 2008 by ruang-sementara

hari ini

masih seperti kemarin

mungkin juga

akan seperti besok

bahkan bisa

sama seperti lusa

hari ini

tak kumengerti

apa yang kurang

apa yang hilang

kupikir tak perlu

kucari tak ada

hari ini

begitu begitu saja

hari ini…

hari ini…

ah, sudahlah!!!


H 3121 KA
-230804-

pulang

February 18th, 2008 by ruang-sementara

ketika datang bersama salam

saat pergi dengan salam

keduanya tersekat

oleh tembok ralita



H 3121 KA
-180504-

fucking memory

February 18th, 2008 by ruang-sementara

dalam album kenangan itu

tertempel berlembar lembar potret cinta

menyimpan kisah di setiapnya

sepenggal cerita dalam kebersamaan

kini menjadi tak lebih dari

sebuah kekonyolan berdebu yang usang

yang rapuh kian keropos

dimakan waktu




H 3121 KA
-110404-

RAHASIA, YA . . .

December 15th, 2007 by ruang-sementara

tak mau yang lain tahu

hanya aku dan kamu,

hanya kita yang tahu

simpan saja dalam hati

jangan kau munafik

mempublikasikan ini

sst… jangan beritahu siapapun

karena ini rahasia lho !

kutu di rambutmu pun

menjadi saksi

pabila kau khianati aku.



H 3121 KA
-271203-

berontak

December 7th, 2007 by ruang-sementara

debu itu menatapku

remang remang

lidahku kelu, suaraku gagu

menembus perih yang melengking

hingar di luar aku tak hirau

hanya silau yang ada di mataku

bagai negeri tak berpeta, asing

sosok hitam berkelebat kilat

bau busuk, getar hidungku

kini siang menjelma malam

lilin meleleh nyalanya temaram

aku ingin keluar melihat dunia

berkeliling, menghirup udara alam

bebas mengenal setiap rupa cipataanNya.



H 3121 KA
-271203-

paranoid

November 13th, 2007 by ruang-sementara

hitam putih berpeluk paksa

jeriji siksa hantui nurani

geram sendiri pada rohnya

rona iba terpancar, terarah

terbungkus kegelapan

coba bungkam yang ada

tak telak relakan ini

obsesi memuncak di jantungnya

dia pugar semua noda

harapkan cahya putih hampirinya

menjerit ia meruang, menjuru

dengung kekosongan mengelilingi

tak berpijar jua takutnya

menapak perlahan ke lubuk

menguak perih, sakit tak ia rasa



H 3121 KA
-031203-

Minggu, 21 Maret 2010

? ? ?

November 13th, 2007 by ruang-sementara

meraja kian kokoh

kuasai yang rapuh

rentan sunyi senyap

tercecer noda merah

coba ingat!

satu kata tak menyirami

tertatih tatih

tiada daya

renungi ini…!

tenggelam dimana itu

dijemput ajal sebentar lagi

tak sadar jua?



H 3121 KA
-141103-

labirin

November 13th, 2007 by ruang-sementara

tersesat dimana tak tahu

takut, bingung…

terikat tangan di kebencian

lidah tergulung hampir tertelan

atmosfer kacau menyatu padu

nista membelenggu

sesak, sakit…

lepaskan ini, aku tak mampu

bawa jiwa raga ini

jauh tak terjangkau

keluarkan aku, sudah tak sanggup



H 3121 KA
-141103-

robek

November 13th, 2007 by ruang-sementara

hati tersentuh, tidak

kebohongan tumbuh subur

hinalah semua rona

raut pucat diam

berburu harus dimana?

tujuan tak ada, sampai saja tidak

ini-itu, itu-ini, pusing!

endapkan secercah sinar

mengalir perlahan sia sia

coba membentengi kian ambruk

tak jua maut mengizinkan



H 3121 KA
-141103-

bisa bisanya manusia, bisa saja kita

November 9th, 2007 by ruang-sementara

bisa saja,
sebuah kemungkinan berbuah kepastian.

manusia bisa menebak, tapi
bisa saja tebakannya salah
manusia bisa mengira, tapi
bisa saja perkiraannya meleset
tapi bisa juga manusia
menjadi peramal yang hebat.

manusia bisa berprasangka, dan
bisa saja sangkaannya benar
manusia bisa merasa, dan
bisa saja perasaannya terbukti
tapi bisa juga manusia
menjadi jenius yang sok tahu.

bisa saja,
sebuah kepastian berakar kemungkinan.



H 3121 KA
(270206)

stranger, dreamer

November 8th, 2007 by ruang-sementara

aku adalah seorang pemimpi

pemimpi yang ingin terus bermimpi

aku tak ingin terbangun dari mimpi

karena kenyataan selalu

membuatku ingin tetap bermimpi

hipokrit, anjrit !!

October 5th, 2007 by ruang-sementara

hipokrit hipokrit
ciptakan kesempurnaan rekayasa
kamuflase dusta menjilat nurani

hipokrit hipokrit
agungkan remah remah kemunafikan
berkelamin kelicikan

enyah!
aku sudah jengah!

hipokrit hipokrit
aku menjerit,
aku sakit!


(H 3121 KA)
god, help me!

speechless

October 4th, 2007 by ruang-sementara

i’ve lost my words
don’t know when
don’t know where

everythings just unspoken
don’t know what
don’t know why

i’ve lost the truth
i’ve lost my own
i don’t know !

suka ria, betapa girang merindukan keCERIAan itu.
(H 3121 KA)

terjebak belantara

October 1st, 2007 by ruang-sementara

kami tersesat.
di negeri liar,
yang terlalu liar.

kami terjerat.
di alam rimba,
yang terlalu rimba.

kami terjebak.
di belantara,
penuh semak belukar berduri
penuh ranjau mematikan
penuh bau busuk menyengat.

seseorang bersamaku pun,
kompasnya rusak
petanya sobek dan terbakar menjadi abu, yang lalu diterbangkan oleh angin.
saat kukatakan dirinya adalah "musafir"
"terlalu mulia bagiku", jawabnya.

terus mencari dengan langkah gontai,
kami tak akan menyerah, meskipun harus kehilangan arah.

selama kedua tangan masih bisa terlihat oleh mata kami yang teramat sangat sederhana…

monoton

September 29th, 2007 by ruang-sementara

sama,
lagi.

dengar ini, dengar itu
lihat sini, lihat sana

persis,
sekali lagi.

huh!

paradoks

September 21st, 2007 by ruang-sementara

langit atapku,
bumi alasku,
alam selimutku

kesederhanaan mimpi
yang kuharap nyata

beton atapku,
aspal alasku,
gedung-gedung selimutku

kesempurnaan fakta
yang kuharap ilusi

the lost rainbow

September 12th, 2007 by ruang-sementara

menjejalkan tangan mungilku di antara pekatnya kabut yang semakin gelap tiap aku mengedipkan mata, sampai peluhku habis tercecer dalam jejak langkah yang satu per satu kutanggalkan, aku mencari celah untuk keluar…

aku tersesat dalam labirin yang bau, pengap, dan sempit. matahari seperti mati bagiku, secercah pun tak kudapati sinarnya menerangi tiap detik keberadaanku…

nafasku tersengal-sengal, dadaku sesak. aku tercekik oleh kebingunganku sendiri dimana abu abu selalu mencumbu rongga rongga isi otakku… aku tercekat saat hitam mengayun ayun dengan indahnya di dapan kedua pelupuk panca inderaku… aku terbius ketika putih menggelayuti sendi sendi mimpi burukku…

aku mencoba untuk tak peduli, aku benci ketiga-tiganya… mereka sama-sama munafik karena memang setali tiga uang… abu-abu, hitam dan putih tetap rukun bermain main dengan riangnya di belakangku…

aku ingin bertemu pelangi, aku rindu akan warna warninya yang memukau…


(H 3121 KA)