Minggu, 21 Maret 2010

the lost rainbow

September 12th, 2007 by ruang-sementara

menjejalkan tangan mungilku di antara pekatnya kabut yang semakin gelap tiap aku mengedipkan mata, sampai peluhku habis tercecer dalam jejak langkah yang satu per satu kutanggalkan, aku mencari celah untuk keluar…

aku tersesat dalam labirin yang bau, pengap, dan sempit. matahari seperti mati bagiku, secercah pun tak kudapati sinarnya menerangi tiap detik keberadaanku…

nafasku tersengal-sengal, dadaku sesak. aku tercekik oleh kebingunganku sendiri dimana abu abu selalu mencumbu rongga rongga isi otakku… aku tercekat saat hitam mengayun ayun dengan indahnya di dapan kedua pelupuk panca inderaku… aku terbius ketika putih menggelayuti sendi sendi mimpi burukku…

aku mencoba untuk tak peduli, aku benci ketiga-tiganya… mereka sama-sama munafik karena memang setali tiga uang… abu-abu, hitam dan putih tetap rukun bermain main dengan riangnya di belakangku…

aku ingin bertemu pelangi, aku rindu akan warna warninya yang memukau…


(H 3121 KA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar